Antara Percaya dan Harapan

Mempercayai sesuatu itu harus memiliki dasar yang kuat bila tidak , ujung nya hanya akan menimbulkan sebuah kekecewaan saja atau hanya sebuah harapan kehampaan.

Kata Ali Bin Abi Thalib
"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia."

Kata Abu Bakar Ash-Shiddiq
"Jika benar Rasulullah mengatakan demikian, sungguh semua itu adalah kebenaran dan saya percaya dengannya."

Dua perkataan ini jelas sudah sangat membedakan antara kepercayaan dan sebuah harapan, Harapan di dasari dengan keinginan atau kemungkinan kepada sesuatu di masa depan yang belum terjadi dan itu sebuah ketidak pastian sedangkan kepercayaan itu di dasari dengan keyakinan suatu hal tersebut benar dan akan terjadi dengan bukti, pengalaman, dan keyakinan yang kuat.

Makanya kita hanya bisa berharap kepada sesuatu yang sudah tau apa yang akan terjadi di masa depan, kapan itu, dan dimana semua itu terjadi, jika kita salah meletakkan harapan dan memberikan keyakinan tanpa dasar yang jelas kepada sesuatu yang belum ataupun tidak akan terjadi maka tidak membutuhkan waktu yang lama sebuah kekecewaan yang besar akan menghampiri kita.

Kemudaian kepada siapa harapan itu akan kita berikan?

Bila di dalam agama Islam, semua pengharapan hanya kepada Allah semata karena menurut kepercayaan seorang muslim yaitu Allah tuhan semesta alam yang mengetahui segalanya tanpa harus diberitahu semua bergerak atas izinnya dan tidak sesuatu apapun yang terlepas dari pengawasannya.

Bila di dalam alkitab menurut agama kristen, Iman (percaya) menuntut adanya tindakan seperti dikatakan dalam yakobus 2:17, di sini di jelaskan tentang dua macam iman yaitu iman yang hidup dan iman yang mati, iman yang hidup akan menyelamatkan dan iman yang mati tidak akan menyelamatkan.

Berarti secara tidak langsung dapat di artikan seseorang yang memiliki kepercayaan akan memberikan sebuah pergerakan dalam kehidupannya walaupun hanya memperbaiki sebagian kecil kehidupannya.

Seperti pepatah arab
Bergerak lah, karena dalam setiap pergerakan ada keberkahan.

Kita bisa bergerak karena sebuah kepercayaan akan apa yang ada setelahnya seperti saat kita berkerja di suatu kantor instansi atau di mana saja itu yang pertama biasanya orang normal tanyakan apa yang saya akan dapatkan dari pergerakan saya di sini, bila tidak sesuai dengan keinginannya maka dia akan mencari tempat yang lain untuk dia bergerak bukan tidak mensyukuri apa yang diberikan tapi untuk menimbulkan rasa syukur dan percaya tadi perlu kesesuaian terhadap keinginan kita bila tidak sesuai dengan harapan setidaknya tidak terlalu jauh dari harapan yang akan di jadikan kepercayaan.

Maka dari itu untuk menimbulkan sebuah kepercayaan kita perlu memenuhi harapan terlebih dahulu baru sebuah kepercayaan akan hadir secara sendirinya.


SEMOGA BERMANFAAT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama